Selasa, 10 Mei 2016

Maaf..

Satu nada tinggi, diayun seperti orang marah. Dua orang berhadapan, tapi seperti gak ada orang. Tiga suku kata "yauda terserah suka-suka", intinya masa bodo.
Tiga kondisi yang sering terjadi menjadi kan suatu masalah yang sering membuat hati ini meleleh, bukan karena terpesona layaknya pria hidung belang yang melihat cewek seksi, tapi karena menahan panasnya hati melihat orang yang paling kita sayang bertengkar dengan kita. Ingin berbaikan takut tak dipedulkan, ingin meminta maaf, ada rasa malu dan gengsi. Bodohnya menyayat hati sendiri.
Semua gak bisa dijadikan sebagai alasan untuk mengucapkan kata lelah, dengan kemungkinan terburuk kata kekanakan "sepertinya kita sudah tidak cocok", kapan dua orang dengan jenis kelamin yang berbeda, kepala juga hati dapat menjadi satu hal yang sama? bahkan anak kembar saja berbeda?? gak bisa dipungkiri, semua hal tersebut dapat menjadi suatu kerinduan, yang muncul bukan karena kesepian, tetapi karena suatu kenyamanan. Layaknya sebuah pelangi begitu indah dengan berbagai macam warna yang menghiasi tubuhnya, tapi bagaimana bila hanya memiliki satu warna? apakah bosan?? sama saja dengan HandPhone jaman dulu, gak guna.
Begitu pun gue dengan dia? kita bukan binatang, kita bukan benda mati dan kita pun bukan robot. Yang bergerak agresive, tanpa pandang bulu, bahkan ada yang tidak bisa bergerak, kita memiliki perasaan yang dinamakan dengan emosi, suka duka menjadi satu paket yang dapat dikirim kemana pun.

Mungkin dia mulai merasa jika gue mulai berubah, dari yang lembut menjadi suatu pribadi yang kasar, dari putih menjadi agak hitam, dari pendek.... ya tetap pendek..
Gue berubah bukan karena ini sifat asli gue, dimana selama ini gue hanya memakai kedok biar dia bisa sayang sama gue, gue gak sejelek itu kok sampe harus pake topeng. Gue bukan Power Ranger yang bisa berubah seenak hatinya. Gue berubah karena tekanan.
Pertama.. dapat dosen pembimbing yang gila nama, mungkin menghargai diri sendiri baginya lebih penting dari pada menghargai usaha orang lain. Ingin gue kirim kan surat kaleng ke rumahnya yang bertuliskan "Pak. inget umur, jangan numpukin mulut yang nusuk dari belakang hanya untuk citra yang sekedar di depan mata".
Kedua.. kehilangan orang yang paling berarti dihidup gue, dengan ketidak siapan dan kepercayaan bahwa beliau telah tiada. Kesendirian membawakan tangis. Bukan ingin dikasiani.
Ketiga.. suasana kantor yang seperti kuburan, mungkin ngomong sama kucing masih lebih baik dari pada tidak sama sekali.

Hanya masalah waktu, hingga terlewati masa menyebalkan yang menekan hati, hingga semua terasa berbeda, Meski tak ada yang berubah. Membuat semua menyedihkan, emosi yang labil naik turun seperti datang bulan, kata pedas seperti cabe yang gak tau diri.

Gue memilih dia karena gue sayang sama dia. Gue sayang dia karena gue gak tau kenapa gue bisa sayang, ketika alasan itu muncul dalam benak gue.... saat itu boleh diragukan apakah gue masih Felix yang dia kenal. Karena bagi gue kriteria bukan lah arti tapi hatilah yang berarti. Yang pasti dia adalah satu-satunya. Sehingga pertengkaran bukan lah suatu akhir, meski pun tetap menjadi luka yang tak berarti, tiada alasan kita berhenti menyayangi dan akan memaafkan bila semua berasal dari hati.

Minggu, 28 Februari 2016

Bocah Jadul yang Berusaha Gahoel

Kenalin.. Nama gue Ignatius Felix, biasa dipanggil Felix, gak perlu pake the cat. waktu SMP gue sering banget dipanggil cumi sama yang namanya temen gue, katanya mereka "temen" tapi mereka sukanya ledekin orang terus. Kalau gue tanya 'apa sih artinya cumi??' pasang muka serius, kayak orang mau boker. Mereka akan jawab dengan lantang 'cumi singkatan dari cuma misscall'
Untuk kalian yang belum tau apa itu misscall, misscall itu ada dua kategori. Yang pertama istilah dari orang yang punya banyak uang, bisa beli pulsa, pulsa banyak udah kayak tumpukan sampah, tapi pelitnya setengah mati, kalau kata gue namanya mati suri kalau kata kedokteran namanya koma. Yang kedua istilah dari orang kere yang punya sedikit uang, bisa beli pulsa, tapi pulsa sekarat udah kayak mumi, hidup segan mati tak mau, colek sedikit lewat.
Lalu gue?? Cuma misscall?? HELLOOOO kapan sih gue pernah misscall kalian, terlalu GR tau gak? Gede Rasa pake BANGET!! Pulsa aja jarang punya, boro-boro pulsa sekarat, ada aja kagak, gimana gue mau misscall?? Kadang temen itu kalau menghina suka gak mikir, halus tapi nyakitin banget.


Bagi gue.. Dulu itu masih zamannya telpon dan juga sms sementara temen yang lain udah main BBM-an, hp gue saat itu sangat langkah, merk Diga. Ada yang tau aja udah syukur Puji Tuhan banget. meskipun jadul, gak ada yang tau....tapi hp ini udah dual sim!! GILLAAAA.. keren banget gak tuh?? tapi gue juga gak ngerti untuk apa gue pake dua simcard. Satu aja jarang yang sms, tambah satu lagi, mau buat gue semakin terlihat menyedihkan?? pengacara? pengangguran gak ada acara.
Tapi hp ini tetap menjadi sejarah dan akan selalu gue rindukan sampai saat ini, kenapa?? Karena hp ini udah rusak....... bukan itu, tapi sebagai tempat menampung curhatan gue, selain bantal dan juga guling, hp ini tempat gue menulis isi hati gue.. iya lebih tepatnya mengetik sih, kalau nulis itu harus ada tinta dan kertas, gue gak level nulis dikertas, alibinya go green tapi sebenernya mau hemat. sampe dua buku penuh ternodai sama puisi gue.

Iya gue ini hobi banget nulis, entah itu puisi, cepen, cepan, novel sekali pun walau belum jadi sampai sekarang, pokoknya seni yang berhubungan dengan kata-kata, padahal shio gue anjing....... gak ada hubungannya juga sih. Gue anak pertama dari empat bersaudara, Vito adik paling kecil gue namanya memiliki  arti yang dasyat, "penakluk" apa lagi kalo dia lagi kentut, iyaa kentut.... dasyat banget....... nama Vito biasa dipakai oleh orang... maksud gue mobil, lo cari di google pasti yang keluar mobil keren banget.
Valen adik kedua gue namanya memiliki arti yang anggun, "kedamaian" makanya dia cengeng, suka nangis kalau digoidain sama gue, sampe gue sering digebukin bokap.... karena dia suka nangis, padahal cuma diliatin....... nama Valen lo cari di google pasti yang keluar wanita cantik atau pria ganteng. Beruntung banget, mungkin nanti dia akan jadi ganteng, iyaa Valen adik gue itu kelaminnya cowok.
Darwin adik pertama gue namanya memiliki arti yang keren, "pemberani" makanya dia sering banget ledekin kokonya, ngelawan Orang Tua dan ngelayap.... entah itu bermakna positif atau gak, yang jelas sekarang dia udah lebih tinggi dari gue, sekali lagi dia berani menghina gue, pendek....... nama Darwin lo cari di google pasti yang  keluar orang pinter, penemu teori evolusi. Mungkin dia bisa jadi penemu juga, penemu teori alasan jomblo banyak berkeliaran, termasuk dia sendiri.
Terakhir gue, Felix yang memiliki arti yang biasa aja, "keberuntungan" makanya gue selalu kesandung tiap jalan, tapi untungnya gue selalu beruntung. Jadi gue merasakan keberuntungan karna gue sering kena sial...... nama Felix lo cari di google pasti yang keluar kucing, sekali lagi pasti yang keluar kucing, terus aja cari yang keluar pasti kebanyakan kucing, kucingnya kartun lagi!! gue kucing, bukan cumi, PUAS?!

'Lix nama FB lo apa?'
'Lix id Twitter lo apa?'
'Lix nama Path lo apa?'
'Lix skype lo apa?'
'Lix pin lo berapa?
'Lix lix lix sisah umur lo berapa?'
Pertanyaan-pertanyaan yang di atas adalah pertanyaan menyebalkan yang sering muncul di kehidupan gue, dan gak ada satu pun yang bisa gue jawab. Yang bisa gue jawab hanya Lix nomor hp lo berapa.. just one, only that.
Gue tau apa itu Facebook, yang lambangnya huruf F dengan latar belakang biru, blue.. seolah-olah menyatakan si F itu lagi galau.       Felix.. F.. Felix.. F.. gue pun galau.
Dan twitter itu media sosial berbasis burung dengan latar belakang awan lagi-lagi biru, ide ini diambil dari burung yang ingin bebas, tenang, dan bisa komunikasi jarak jauh. #sotoy
Jadi gak perlu lagi terbang kesana sini cuma untuk nanya 'bro lagi apa?' keburung lainnya, padahal lo udah liat langsung dia lagi ngapain, YA GAK USAH NANYA!! 
Akhirnya dalam waktu singkat gue punya tiga twitter sekaligus, kenapa?? pertama gue buat - ganti profil, dll - seminggu kemudian lupa pasword. kedua gue buat - gak dimainin - lusa lupa. ketiga gue buat, hari itu juga lenyap karena waktu jadi gue langsung delete, dari pada keburu lupa lagi?
Gue beralih ke Facebook, muka buku.. gue pasang profil muka gue lagi ciuman sama buku. Waktu itu lagi zamannya foto alay, cowok sok ganteng foto liat ke bawah, mungkin ada cewek cantik disana, suster lagi ngesot maybe?? backgrond awal hanya tembok putih yang kena coret-coretan sama adik, di edit sedemikian rupa, berwarna-warna jadi keren abis, alay to the max. Iyaa keliatannya itu curcol banget.......
Singkat cerita, gue semakin gahoel, walau belum gahoel-gahoel amat. Media sosial yang baru gue mainin dulu hanya muka buku ini, dan gue mulai mencoba menyebar luaskan karya indah menurut gue doang itu ke publik. Dan hasilnya yang like serta komen pun hanya satu orang, yaitu guru gue sendiri.

Karya yang gue ciptakan semua berasal dari hati, gue dikenal sebagai anak galau, itu gak salah maka dari itu karya gue topiknya kebanyakan galau. Kalau senang gue telen mentah-mentah, kalau galau gue buang mateng-mateng ke puisi. Gue sempat vakum, sampe semua debu di rumah bersih. Semua karya gue lenyap!! apa yang ada di buku musna.. bukunya hilang!! padahal 200 lebih karya gue ada disana, dan waktu rumah lagi dibongkar, mau pasang genteng baru, gentengnya baru hp gue juga jadi baru, karena hilang!! mungkin diambil sama tukangnya, dia tau aja di hp itu ada karya mahal. Facebook gue juga di hack di remove gitu aja, lenyap gitu aja!! padahal isinya banyak post puisi-puisi gue, coba kalian bayangkan betapa nyeseknya gue saat itu, sampe gue bisa berhenti berkarya lagi..
Akibat mencoba gahoel tapi gak ngerti cara backup.